Pancakaki || Sisi Religi || Sisi Etnic || Sisi Agri || Sisi Gambar || Sisi Lain

Wednesday, April 16, 2003
Merenungkan kekuasaan Tuhan hanya dengan memikirkan 1 ekor ayam saja....sanggupkah?
Bagian-bagian yang terdapat pada telur berbentuk lapisan, tersusun dari dalam ke luar. Bagian telur pertama dimulai dengan sel telur. Sel telur ini kecil dan terlihat sebagai bintik agak putih. Kuning telur dikeluarkan oleh oviduct atau saluran sel telur, kemudian ditambah empat lapisan pemisah albumen (putih telur). Bagian-bagian ini dilindungi oleh dua lapisan "kulit" membran tipis yang transparan, kemudian pada bagian luar kulit ini dibungkus oleh kulit kerabang telur (shell). Hanya beberapa jam sebelum telur dikeluarkan dari tubuh induk, telur mengalami pigmentasi warna. Pigmen ini dihasilkan dalam tubuh ayam. Karena setiap telur dipigmentasi secara terpisah, maka warna setiap ayam nantinya akan bervariasi meskipun telurnya dikeluarkan dari induk yang sama. Setiap induk ayam dapat mengeluarkan telur meskipun tidak dibuahi oleh ayam jantan. Tetapi telur ayam yang tidak dibuahi ini tidak akan mengalami pertumbuhan amnion, allantois, chorion atau embrio. Kebanyakan telur yang terdapat di pasar atau di toko-toko adalah telur yang tidak dibuahi (unfertilized).
Sebelum menghasilkan anak ayam, telur yang dikeluarkan harus sudah dibuahi (fertile). Seekor induk ayam dapat mengeluarkan telur tanpa dibuahi. Oleh karena itu agar telur tersebut dibuahi dan dapat menetas menjadi anak ayam, induk ayam betina tersebut harus disatukan dengan induk ayam jantan. Kebanyakan telur yang ada di pasaran atau toko-toko adalah telur yang tidak dibuahi, dan tidak akan pernah menetas menjadi seekor anak ayam.
Sel telur yang terdapat dalam telur dan sudah dibuahi adalah bakal anak ayam. Sebelum telur menetas, bakal anak ini disebut embrio.Embrio ini harus mendapatkan makanan untuk pertumbuhannya. Embrio ini mendapatkan makanan dari kuning telur (yolk). Karena itulah sebabnya mengapa sel telur selalu menempel atau berada pada pinggir kuning telur. Satu atau dua hari setelah telur ayam menetas dan mengeluarkan anak ayam, kuning telur masih tersisa dan melekat pada perut atau tali pusat (umbilical cord) anak ayam tersebut. Kuning telur tersebut digunakan sementara untuk sumber makanan anak ayam.
Putih telur (albumen) berfungsi sebagai pelindung embrio selama pertumbuhannya. Pada saat telur tergoncang atau bergerak tiba-tiba akibat getaran, maka putih telur yang mengelilingi embrio dan kuning telur akan melindungi embrio dan berfungsi sebagai bantalan.
Kulit kerabang (shell) melindungi semua bagian telur dari luka atau kerusakan. Coba pecahkan sebutir telur agar kita dapat melihat bagian-bagian yang terdapat dalam telur. Untuk mengetahui bagian-bagian telur yang sudah dibuahi, usahakan mendapat telur tersebut dari para peternak yang mempunyai ayam jantan agar telur tersebut terjamin telah dibuahi oleh induk ayam jantan.
Ambillah kaca pembesar dan lihatlah kulit kerabang telur, kita dapat melihat banyak lubang kecil pada kulit kerabang tersebut. Telur bernafas melalui lubang-lubang kecil tersebut. Kulit kerabang terlihat padat dan tertutup tetapi sebenarnya bersifat porous atau berlubang (pori-pori). Ada terdapat ribuan lubang kecil pada kulit telur, dan kita tidak dapat melihatnya secara langsung. Pada ujung telur terdapat kantung udara (air pocket), yang terisi oleh oksigen.
Telur yang sudah dibuahi sangat lunak (delicate) dan mudah rusak jika kita tidak hati-hati memperlakukannya. Kadang-kadang telur yang sudah dibuahi sempurnapun tidak akan menetas karena posisi isinya telah terbalik atau terkocok.Induk ayam
Induk ayam yang sedang mengerami telurnya, membalik-balikan telur secara teratur dengan paruhnya. Ini dilakukan karena kuning telur cenderung mengambang dan menempel pada kulit kerabang. Jika telur terlalu lama berada pada posisi tersebut dan tidak segera dibalikkan, kuning telur akan terpisah dari putih telur dan embrio yang menempel pada kuning telur akan tertekan langsung pada kulit kerabang sehingga bisa mengakibatkan kematian embrio. Induk ayam menghindari hal ini dengan membalik-balikkan posisi letak telur. Induk ayam menjaga suhu tetap hangat dan merata melalui bulunya yang menyebar. Induk ayam sangat perduli dengan telurnya dan biasanya tidak akan membiarkan siapapun menyentuh telurnya.
Jika kita menggunakan inkubator (alat penetas buatan), telur yang disimpan harus dibalik-balikan juga secara teratur untuk mencegah penempelan kuning telur pada satu sisi kulit kerabang dan untuk melatih pertumbuhan embrio. Pada saat telur dibalikkan letaknya, embrio menjadi terlatih sampai kepalanya dalam posisi tegak lurus. Telur-telur yang ada dalam inkubator minimal harus dibalikkan 2 kali dalam sehari. Di tempat penetasan telur komersial, terdapat inkubator besar yang otomatis membalik-balikkan telur di dalamnya. Tiga hari sebelum telur menetas, pembalikkan telur dihentikan. Suhu dijaga pada 1000F (370C). Jika kita ingin menetaskan telur sendiri di rumah, kita dapat membeli alat inkubator kecil di toko-toko peralatan ayam (poultry shop). Jika berjalan normal, telur akan menetas pada umur 21 hari.
Pemberian makan pada anak ayam:
Ayam tidak mempunyai gigi. Ayam menggunakan rempela atau ampela (gizzard) untuk menggiling dan membuat makanannya menjadi lebih lembut. Rempela ini terdapat sebelum perut. Dalam kerjanya, rempela masih memerlukan bantuan batu-batu kerikil kecil (grit) agar makanan yang masuk ke dalamnya bisa tergiling menjadi lebih kecil. Anak ayam tidak memerlukan batuan kerikil kecil sampai berumur 7 hari.
Posted by : Fajar 12:40 AM ||
Tuesday, April 15, 2003
Ga Benci sama Aku kan?
Dengan adanya liputan media yang terlalu berlebihan mengenai kandungan kolesterol pada telur, para konsumen sering kali kehilangan pandangan mengenai fakta sebenarnya yang justru sangat penting diketahui bahwa telur itu sangat kaya akan nutrisi sehingga dapat memberikan konstribusi yang baik untuk kesehatan. Telur tidak hanya mengandung sumber kualitas protein yang tersedia namun juga mengandung hampir semua vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh manusia (Maaf, telur tidak mengandung vitamin C karena ayam tidak seperti manusia, ayam dapat memproduksi vitamin C dalam tubuh mereka dan tidak memerlukan sumber vitamin C dalam makanan seperti halnya pada manusia).
Secara fakta, kandungan protein telur yang mempunyai kualitas protein tinggi sering digunakan untuk standar pembanding dengan sumber protein bahan makanan lain. Telur mempunyai nilai biologis (dengan kandungan protein yang digunakan untuk pertumbuhan) sebesar 93.7%. Dibandingkan dengan nilai biologis susu 84.5%, ikan 76%, dan daging sapi 74.3%. Telur merupakan sumber protein terbaik dan juga mempunyai kandungan vitamin dan mineral yang sangat bernilai.
Telur merupakan makanan sumber protein yang luar biasa: Telur mempunyai kandungan protein ideal untuk pertumbuhan dan perbaikan sel-sel tubuh.
Telur makanan yang rendah lemak: Telur berukuran sedang mempunyai kandungan lemak kurang dari 6 g. Telur makanan yang rendah kandungan lemak jenuh: Telur mempunyai kandungan lemak jenuh kurang dari 2 g ,kebanyakan lemak dalam telur adalah mengandung lemak tidak jenuh.
Telur kaya akan vitamin: Telur merupakan sumber vitamin murni yang mengandung seluruh vitamin kecuali vitamin C. Telur merupakan sumber vitamin B12 yang biasanya sulit diketemukan dalam sayuran. Telur kaya akan mineral besi (Fe). Konsumsi 2 butir telur menggandung 2.2 mg besi (sama banyaknya dengan kita mengkonsumsi sepotong daging domba/lamb chop). Mineral besi akan baik diserap dari makanan jika ada vitamin C, untuk itu dianjurkan agar kita mengkombinasikan konsumsi telur dengan meminum segelas air jeruk atau sumber vitamin C lainnya. Mineral dan vitamin mempunyai beberapa fungsi pentiing misalnya untuk membangun sel-sel membran, memproduksi hormon, memproduksi cairan pencernaan (digestive juice), melindungi serat-serat syaraf. Tubuh kita mampu membuat kolesterol dalam hati.
Telur mempunyai nilai nutrisi yang sangat baik. Telur mengandung protein yang diperlukan untuk membangun dan memperbaiki sel-sel rusak pada otot dan jaringan tubuh lainnya. Telur juga menyediakan sumber vitamin dan mineral. Telur mengandung vitamin A, 8 kelompok vitamin B serta vitamin D dan E.
Pada kenyataannya, telur mesuplai semua vitamin kecuali vitamin C. (Buah-buahan, jus buah dan sayuranlah yang merupakan penyedia sumber vitamin C). Vitamin A, D, E ditemukan dalam kuning telur. Kebanyakan kelompok vitamin B terdapat pada kuning dan putih telur meskipun pada kuning telur terdapat kandungan vitamin B yang lebih besar kuantitasnya.
Mineral yang sangat penting dalam telur adalah mineral besi. Besi sangat baik diserap jika telur yang dikosumsi dikombinasikan bersamaan dengan makanan yang mengandung vitamin C misalnya buah-buahan atau jus buah. Telur mengandung mineral seng (Zn), yodium (I), posfor (F), kalium (P) dan mineral lainnya.
Telur mengandung lemak, tetapi hanya ditemukan pada kuning telur. Kolesterol juga terdapat dalam telur. Para peneliti sekarang menyatakan bahwa makanan berkolesterol tidak akan menyebabkan masalah kesehatan, jika pada makanan tersebut mengandung lemak rendah. Telur mengandung lemak yang rendah sehingga aman untuk dikonsumsi. Telur menyediakan sumber nutrisi yang lengkap dan terpilih. Sama seperti halnya makanan lain, telur patut dipertimbangkaan untuk dikonsumsi secara teratur.
Posted by : Fajar 1:40 AM ||






